Minggu, 21 November 2010

Senyum yang ku rindukan

Aku miris...
Meratapi entah nasib, hasil dari tindakan ku, takdir atau rangkaian kesialan...
Pagi-pagi saat aku terbangun, aku tak lagi temukan senyum yg hampir setiap hari aku rindukan,, atau aku tlah lama tak menemukan mata melotot saat aku memang bangun kesiangan...
kata mata melotot itu...bangunlah aku tidak mau kamu jauh jodoh dan rejeki...sementara aku menguap...

Kali ini aku diruangan sempit yang bahkan untuk sekedar konser kecil aku tak leluasa..
diruangan yang kotor penuh sampah,, yang awalnya ingin aku perindah secantik mungkin..

Tapi aku berpikir ulang, untuk apa?membiarkan mereka menilaiku baik...aku bukan wanita baik, karena itu mereka segan mengajakku bermain...bahkan mengajakku sedikit bercerita...oh tidak2, aku cukup baik untuk mendengarkan..tong sampah curhat,, nasihat hebat!!tp bukan untuk aku...
Aku senang sedikit diperlukan disini...

Andai mata melotot itu selalu bisa aku lihat disini, aku mungkin tak akan merasa sendiri...aku mungkin tak akan menemui mata itu tapi senyum setiap hari karena aku berhasil bangun pagi...
Cukup untuk berandai-andai...

Kembali kekenyataan dimana aku memang harus hidup ditengah orang yang pernah aku minta pada Sang Pencipta,, aku sedikit menyesal...karena aku tak meminta lebih banyak sedikit dari yang aku minta...
dulu aku meminta agar aku bisa punya kehidupan baru...
Ternyata aku dihadiahkan tinggal diruang sempit ini, aku bilang aku akan jadi seseorang yang baru...tapi aku tak sedikitpun berubah...

Aku minta supaya aku diberikan TEMAN-TEMAN yang baik tapi sepertinya kalau boleh aku ralat aku minta SAHABAT saja, tak perlu SAHABAT-SAHABAT....
Tapi Dia benar-benar memberikan apa yang aku minta...aku sangat bersyukur....
Semoga aku juga bisa menjadi jawaban doa seseorang....

Aku rindu mata melotot itu... aku rindu senyuman itu Tuhan...
Aku rindu dinding dengan atap nya yang sedikit lebih besar dari yang aku singgahi ini...AKU RINDU KENYAMANAN DISANA
Aku rindu... sekalipun disini aku berlimpah harta yang seharusnya untuk 3 orang anak dalam ruang yang sedikit lebih besar disana, tapi aku dapatkan lebih disini...sementara disana, entah dari mana?

Aku tidak bahagia Tuhan...walau aku bisa tidur sampai panggilan kedua Mu dikumandangkan...
Aku ingin diteriaki lagi...aku ingin mata melotot itu menggoyak-goyakan tubuh kecilku ini untuk bangun sebelum matahari terbit...aku tahu sekarang...bukan hanya karena takut anak gadisnya kehabisan jodoh dan rejeki...tapi karena mata melotot itu ingin aku bersamanya menuju surga Mu...

Aku memang bukan wanita baik-baik...dan luar biasa Engakau masih mau sembunyikan aibku...
masih memberiku kesempatan....
Dari beberapa ruang-ruang kecil ini aku memang paling buruk...tak seperti mereka,
mungkin karena itu juga mereka lagi-lagi enggan memperhatikanku...
Sibuk dengan dunia indahnya masing-masing....

Tapi aku disini masih berpikir, apa aku bisa seperti mereka??
Apa aku bisa mengukir senyum permanen di wajah orang yang tiap hari aku rindukan?
Dan apa aku mampu membuktikan bahwa wanita ringkih ini bisa mengejar mereka walaupun sedikit berlari kecil...?
Apa aku juga mampu membuat orang yang baik sekaligus jahat itu, pendamping orang yang setiap hari aku rindukan...menilai ku lebih berarti?membuatnya sadar telah buatku kecewa, sementara dia menuntut ku untuk tidak mengecewakannya??
Aku lagi-lagi akan berjanji, aku tak akan mengecewakanmu?dan aku harap kamu juga tidak lagi mengecewakanku...jaga orang yang paling aku rindukan

Disini sepi... aku hanya diam dilayar kotak yang memungkinkan aku melihat dunia, tapi lagi-lagi aku lemah..aku tak punya apa-apa yang harus aku tunjukan pada dunia...
Andai beliau tahu perasaanku saat ini, mungkin aku akan sedikit dibentak dan bicara kamu pasti bisa, lakukan saja yang terbaik jangan banyak berpikir untuk apa tapi tetap lakukan yang terbaik...

Walau aku masih pesimis, aku lagi-lagi melihat mata itu yang kali ini teduh...penuh harapan,

Aku juga ingin menemani dan ditemani...
Disini tidak ada...tidak ada yang mau berlama-lama menatapku, berlama-lama menenangkanku saat kalut, Berlama-lama bahagia bersamaku...

Disini banyak kepura-puraan...
Disini banyak keegoisan
Banyak tawa diatas sedih
Banyak keacuhan bertopeng kepedulian
Aku takut aku pun sama, aku takut aku hidup dalam kepura-puraan...

Aku takut salah menilai tanpamu MAMA....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar