yang terlihat indah dulu, kini tak berarti apa2 untuk laki-laki paruh baya itu. Dulu kisah itu begitu indah terdengar oleh anak kecil rentan yang kini selangkah demi langkah mulai mengerti arti hidup. Kala itu wanita yang terlihat begitu cantik dihadapannya bercerita, ketika anak itu mulai mengenal cinta, ketika dia bertemu situasi menyenangkan itu..yah...selalu menyenangkan di awal memang. Itulah cinta!
wanita seperti malaikat itu bercerita, dia bertemu laki-laki yang MENcintaINYA..mereka mungkin sempat berpisah, sempat tak mungkin bersatu, sempat melewati situasi yang mungkin tak ingin sekali mereka lewati.. tapi laki-lagi wanita itu tersenyum..sekali lagi karena dia begitu bahagia ketika dia ternyata dipertemukan kembali dan akhirnya membuat komitmen untuk selamanya saling menCINTAi, saling SETIA, dan suka duka bersama.
anak remaja itu seketika percaya bahwa yang sesungguhnya ketika seseorang memutuskan untuk menikah...saat itulah komitmen perlu di jaga. sama seperti saat dia memutuskan untuk pacaran...
sedikit banyak prinsipnya sama..begitulah pikiran anak itu..
tapi trnyata itu bukan kenyataan yang sesungguhnya...
laki-laki yang terlihat begitu menCINTAI malaikatnya, ternyata tega membiarkannya meneteskan air mata demi WANITA lain..dengan alasan puber kedua.
lalu dimana KOMITMEN itu...dimana janjinya pada tuhan, pada orng tua wanita yang di nikahinya...
mana???
dimana???
masih kah itu berperasaan??