Kamis, 09 Juni 2011

akhir cinta kodok dan nyamuk

Maret, 1 hari setelah ulang tahun ku yang ke 21 tahun ini... aku terkejut tentang pengakuan kodok. Dia mengatakan nya dengan sangat jujur, dia menyukai teman perempuannya. Dia bilang dia suka sifat nya, perhatiannya dan semua yang mungkin tak di miliki oleh ku..
Aku pasrah walau aku sedikit cemburu.. .tidak !! aku sangat cemburu.. . jujur saat itu aku begitu merasa sangat mencintainya.. aku sedang merasakan cintanya yg begitu tulus padaku..tapi aku mendengar kalimat itu. Dia meyakinkanku bahwa apa yang dia rasakan itu bisa dia hilangkan, dia bilang dia tak ingin kehilanganku karena itu dia jujur. aku senang mendengarnya...aku berusaha merebut hatinya lagi..
aku tahu selama ini aku bukan perempuan yang baik untuknya...aku bukan nyamuk yang baik untuk kodok itu
aku selalu saja membuatnya tak nyaman dengan hubungan ini.. .selama ini kita long distance..hampir 3 tahun..setiap aku sempat untuk pulang aku akan pulang menemuinya..dan kadang aku memang sering menyia-nyiakan waktu ku bersamanya...kadang aku harus membaginya dengan teman dan keluargaku...waktu yang sedikit itu...ya aku memang sering menyakitinya...
sering membuatnya berharap kehadiranku dan menyia-nyiakannya..
aku tahu...karna ketidak pedulianku itu lah kodok berusaha mencari perhatian dari cinta lain...berkali2 kita putus karena ada orang lain yang bisa membuatnya nyaman dan lebih memperhatikannya...
aku memang salah... aku bukan orang yang perhatian..aku memang terlalu cuek terlebih dengan jarak yang jauh ini..semakin membuatku terlihat tidak mempedulikannya...padahal kenyataannya aku sangat peduli padanya aku sangat ingin memperhatikannya..tapi aku jg tak mengerti mengapa aku sangat sulit menunjukannya. aku sangat mencintainya... tapi lagi-lagi perasaan cintaku tak terlihat dimatanya.
aku pernah bicara aku takut mencintainya...aku takut terlalu mencintainya dan membuatnya terlalu mencintaiku..
aku takut kehilangannya... aku takut tidak sanggup jika suatu saat aku kehilangannya...
mungkin ketakutan itu yang membuatku membatasi perasaanku...dan tidak membiarkan dia mencintaiku terlalu dalam...
hmm.. aku memang aneh, bahkan sampai saat ini aku menyesali tindakanku dulu...
aku benar2 kehilangan kodok yang mencintaiku apa adanya...yang mencintaiku tanpa batas, yang menerima semua perlakuan burukku terhadapnya, yang memaafkan ku ketika aku mengorbankan waktuku bersamanya untuk bersama teman atau keluargaku...
yang memberiku kebahagiaan walau hanya sedikit waktu ku bersamanya, yang berikan ku separuh nafas dalam hidupku...
yaa... kali ini aku benar2 kehilangan kodokku yang dulu mencintaiku...
dia telah menemukan cinta lain yang jauh lebih baik dariku...yang tidak menyebalkan dengan segala tingkah cuek ku..yang tidak mementingkan yang lain selain dirinya...yang tidak menyia-nyiakan waktu untuk bersamanya..yang tidak membatasi perasaan cintanya untuk kodok..
aku menyesal... ketika akhirnya aku tahu..aku lah yang mencintainya dan terlalu mencintainya.. aku yang justru tidak bisa membendung perasaanku, aku kehilangannya...betul betul kehilangan separuh nafasku..

dia sempat memintaku untuk kembali..tp dengan egois aku ingin melihat brpa besar rasa cintanya padaku..aku ingin melihat perjuangannya...tp ternyata dia tak bisa..tak bisa lagi mempertahankanku...tak bisa lagi...

aku menyesal, aku ingin dia kembali...kembali membahagiakanku...dan aku berniat membahagiakannya lebih dari kemarin..

tapi lagi-lagi itu tak mungkin lagi...
aku akan tetap mencintainya..selama aku masih hidup dengan separuh lagi nafasku yang tersisa.