Tidak ada lagi alasan untuk mengingatnya...
tapi.. Engkau membuatku memaksaku mengulangnya TUHAN.
Andai aku seberuntung wanita itu, andai aku dicintai keluarga pasanganku dengan sangat baik sepertinya. Tapi aku tidak memiliki itu.
Aku tidak menemukan lg sosok wanita yg dengan ramah menyapaku, mengajakku bicara.. walaupun aku hanya diam membisu karna bingung. Aku rindu sosok itu... seperti ibunya.
Untuk yang kali ini aku hilang harapan, entah salah siapa? aku, dia atau bahkan mamanya.
Aku memang bukan pencuri hati yang handal. Aku hanya menjadi diriku. Yang pendiam. Yang apa adanya. Yang tidak berusaha menjadi orang lain untuk dekat dengan mamanya. Untuk mencuri hatinya.
tapi
itu pun salah,, saat aku berusaha melupakannya untuk berjalan dengan menggenggam tangannya saat itu jg ada yang memisahkan kita..
yah.. mungkin aku memang tak pantas untuk dia ataupun dia. sehingga perlahan-lahan. pergi satu persatu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar